Tuesday, March 08, 2016
Happy 6th!
Iih..tumben deh! :P
Kenapa gw bilang tumben, soalnya biasanya gw duluan yang posting baru dia posting. Ato kaya tahun kemaren gw sengaja ga posting dan dia pun ga posting sama sekali. Huh! Makanya kaget pas liat postingan dia di path, terharu gimana gitu, hihihihihi.. Alhasil gw jadi kalang kabut nyari inspirasi postingan *anaknya ga mau kalah banget ya gw, hahahahhaha*. Sayangnya, ga nemu foto yang gw mau, jadinya posting ini:
Monday, September 12, 2011
Changed My Life
Nah gw jadi nyimak karena memang gw mengalaminya sendiri. Membaca cerita orang-orang soal #changedmylife ini, ternyata beda-beda ya ceritanya, misalnya teh Ninit sendiri:
Kalo #changedmylife versi temen gw:

Yang laen juga macem-macem deh, gw ampe bingung mau nempatin yang mana, gw ambil random aja ya nih
Kalo gw sendiri apa? Ini dia:
![]() |
| #changemylife ini di RT lho sama teh ninit *bangga* |
And if I never held you, I would never have a clue how at last I'd find in you the missing part of me. In this world so full of fear, full of rage and lies, I can see the truth so clear in your eyes. [If I Never Knew You - Ost. Pocahontas - Jon Secada & Shanice]
Sunday, October 11, 2009
The Second Stage: The Proposal
Tau ga, sampe malem gw ga berhenti memandangi sebuah cincin yang melingkar di jari manis tangan kiri gw. *sumpah norak* hiihihihihi.. I wonder, apakah pacar, eh, tunangan alias calon suami gw *ehem* itu ngerasain hal yang sama? #pengakuan mau nyebut tunangan aja pengen ketawa dulu. Percaya ga percaya soalnya ;p.
Sekarang yang ada di pikiran gw, ternyata acara lamaran itu cuma sekedar formalitas ya? Karena udah pasti diterima, masa iya ga diterima. Tapi dengan segitu aja deg-degannya setengah mati, gimana kalau ga tau jawabannya coba? Kayanya deg-degannya lebih gila lagi tuh! Heheheh..
Dulu gw suka ngebayangin, sebelum acara lamaran resmi itu, pacar gw pastinya bakal ngelamar gw, ngelamar yang hanya berdua: dia nanya gw jawab. Ntah itu cara biasa atau yang ga biasa.
Skenario cara biasa:
Gw sama pacar lagi ngobrol biasa, trus sedikit berkhayal soal masa depan, dan tiba-tiba dia bilang: "sayang, kita nikah aja yuks?" --> skilas kaya yang becanda...
Kaget meter: 30 of 100
Deg-degan meter: 20 of 100
Laen halnya klo diterusin jadi:
"Serius, aku pengen nikah sama kamu. Kamu jadi istri aku ya?" Dan bla bla bla..
Kaget-o-meter: 35 of 100
Deg2an-o-meter: 35 of 100
Mayan lah nambah dikit, hihihihi..
Skenario cara ga biasa:
1. Gw dan si pacar lagi makan di resto, terus tiba2 di dalem makanannya ada sesuatu dan it's a ring! Dan tiba2 sang pacar down to his knee and said, " will you marry me?"
2. Di pinggir pantai, lagi liat sunset, tiba-tiba aja dia ngasi cincin dan berkata, "jadi istri aku ya, sayang?"
Kaget-o-meter: 70 of 100
Deg2an-o-meter: 75 of 100
Skenario cara gila:
1. Ikut katakan cinta (reality show jaman dulu)
2. Malem2 di roof top suatu gedung tiba2 ada sebuah band atao penyanyi favorit gw, atau seseorang (ato bisa aja si pacar) yang menyanyikan lagu favorit gw sambil bawa bunga.
3. Ala amazing race misalnya. Jadi gw kepaksa keliling-keliling kota cari petunjuk, dan si pacar menunggu di 'garis finish' - dimanapun, mau di resto, di tempat kenangan, atau di atap sebuah gedung. (gatau kenapa drtd gw mengusulkan atap gedung mulu yak? hihiihi..)
4. Bikin si cewe kesel, marah banget, pokonya kerjain abis-abisan, dan terakhirnya...jeng..jeng.. ada sebuah cincin menanti.. hahahahah.. Tapi memang cara gila ini akan amat sangat berhasil klo si cewe dibikin kesel atau cape duluan. Hahahahaha..
Kaget-o-meter: 70-90 of 100
Deg2an-o-meter: 80-99 of 100
Ok, ok, smakin ngaco. Mari disudahi saja. Btw, buat yg pengen kasih surprise buat cewenya, hubungi gw. Di otak masih banyak ide dan malas gw ketik disini, abis lewat hape sih. Heheheh... Yu ah! I'm over and out.
-----
Sent from my KawaiiVhie™ smartphone
Saturday, September 12, 2009
28 Days
I just cant wait to start the journey......
Thursday, May 21, 2009
Bestfriend vs Boyfriend
Hari ini, kata ticker yang terpasang di Facebook gw, tepat lima bulan empatbelas hari gw berstatus pacarnya dia. Selama sembilan tahun satu bulan limabelas hari katanya sih gw sahabatnya (eh, seharusnya minus lima bulan empatbelas hari ya? You aja lah ya yang do the math! :P). Koq bisa??? Ah, panjang ceritanya dan bukan untuk konsumsi publik ;). Yang gw inget saat sebelum perubahan status itu, beberapa temen gw yang gw ceritain sempet bilang, "yakin lu na, gakan kehilangan sahabat?", saat itu dengan yakinnya gw bilang, "yakin" tapi sebenernya hati gw mau nambahin koma, kata 'mungkin', dan tanda tanya. Kenapa? Empat alasan. #1 orang bilang pacaran sama sahabat itu ga enak, bakal jadi ada jarak, ga akan sedeket dulu. #2 menurut gw, enak pacaran sama sahabat, gada perasaan ga enak, dia udah tau gw, gw udah tau dia. #3 orang juga bilang sahabat gw bakal ilang, ga ada, musnah. #4 menurut gw juga, pacar bisa gonta-ganti, best friend stay forever. Dua negatif, dua positif, jadinya netral. Ga yakin ngga, yakin juga ngga.
Hari ini, tiba-tiba aja si keyakinan-buat-percaya #1 dan #3 jauh lebih besar daripada #2 dan #4. Sama sahabat, gw bisa cerita apa aja yang gw mau, mulai dari masalah sehari-hari sampai masalah sama pacar. Sedangkan sama pacar, gw merasa ada batasan. Bercerita ke pacar harus hati-hati, dia tersinggung ga ya? Klo gw crita dia bakal gini ga ya? Klo gw ga crita ntar dia jd gini ga ya? Oh God, I really miss my bestfriend! Soooowmuach! Dan sempat terpikir, gw harus nyari orang buat ngegantiin posisi dia dulu. Tapi gw inget lagi alasan #2 dan #4, bukannya itu keuntungannya? Disitu kan kekuatannya? Klo gw nyari semacam sahabat baru, apa kabar dia yang sebagai sahabat gw dari dulu? Gimana klo ntar kami nikah dan gw masih membatasi diri? *SIGHS*
Get real lah na! Sekarang itu sahabat gw ya pacar gw, pacar gw ya sahabat gw itu. They are the same person! Kenapa juga gw jadi ribet sih??? Gw harus bisa cerita apapun ke dia. Gimana pun juga dia itu - minjem istilahnya Ada Band - kekasih gw, sahabat gw. kalaupun ada sesuatu yang ga bisa diceritain ke dia, gw ga boleh cerita ke orang laen, ceritanya ke Allah aja. Itung-itung kan latian kalo gw udah jadi istrinya dia *mulai ngayal, hehe*. Kalau begitu, omongan gw di depan gw ralat, gw sahabatan sama dia bukan 'sembilan tahun satu bulan limabelas hari minus lima bulan empatbelas hari' (sorry gw malas berhitung), tapi seperti yang tertera di tickernya: selama sembilan tahun satu bulan limabelas hari :)
Sunday, March 15, 2009
My Dreams, His Dreams, Our Dreams
Gw pernah gagal dalam meraih mimpi itu. Rasanya sakit. Saat itu inginnya gw menenggelamkan mimpi gw buat menikah. Gw ga mau lagi bermimpi. Tapi seseorang menyadarkan gw, bahwa tanpa bermimpi tidak akan ada kesuksesan. Semuanya berawal dari mimpi. Tinggal bagaimana cara kita meraihnya.
Sekarang mimpi itu masi tetap ada. Gw jadi sadar kalau gw mau meraih mimpi itu, gw ga bisa sendirian. Dulu gw gagal karena gw sendirian. Gw terlalu memaksakan mimpi gw untuk jadi mimpi kami. Sekarang gw butuh seseorang dengan mimpi yang sama.
Gw menemukannya. Tapi tetap saja, meraih mimpi tersebut tidak pernah mudah. Banyak sekali rintangan untuk menemukan jalan menuju mimpi itu. Rasa takut karena pernah gagal, dan kadang berakibat jadi pesimis. Menyerah? Tidak! Gw ga mau menyerah. Gw baru saja mulai. Kami baru saja mulai. Ini baru mencari jalan untuk meraih mimpi. Jika dalam pencarian jalan itu saja sudah menyerah, bagaimana saat mimpi itu sudah diraih? Masih banyak mimpi-mimpi lain yang harus kami raih bersama nantinya. Gw ga mau menyerah sekarang.
Hunny, I will wait. I'm going to wait. I believe together we can find that way. The easiest and fastest way to reach our dreams. Whenever I feel I'm losing my way, I hope you are there to give me guide and I will do the same for you. I know that there are no guarantees in this world, but whatever happens, good or bad, I'm with you.
I do believe we can reach our dreams.
I do believe that sooner or later, Allah will show us the way.
And I've been longing for that feeling of being complete. You have shown me just how good love is when two minds meet. I know, we can make it if we try. We can make it you and I. We can make it if we try, if we believe in you and I. A love like ours can't be denied [We Can Make It - Code Red]
Saturday, March 14, 2009
Buat Ayang
Sendiri merasa bahagia karenamu
Setelah air mata kehilangan dan juga kecewa
Kini hanya satu yang ku percaya
Kau membuatku bahagia
Hadirmu semangat jiwaku karenamu
Kelembutan cintamu semua jawaban yang kudambakan
Kini hanya satu yang ku percaya
Kau membuatku bahagia
Aku seperti kamu
Menginginkan dan memerlukanmu
Karena kita tak mampu
Selalu pergi menjauh
Aku percaya penuh
Kau kan buatku bahagia
Karna cinta tercipta
Datangnya dari dalam hatiku
Monday, March 09, 2009
One Fine Day

I'm sleepy but I never want to close my eyes.
I'm so tired but I dont want to go home.
It's because of you.
You are here beside me.
We are here in this big room.
I'm so happy to be with you.
I'm glad that we're together.
There's no regret.
There's no doubt.
I love you, I do.
If this a dream, please do not ever wake me up.
Because yesterday and today are the finest day.
And I dont want to loose any second of my precious time with you.
Jakarta, March 8 - 9, 2009
Never wanna wake up from this night. Never wanna leave this moment. Never gonna forget every single thing you do. When loving you is my finest hour. [The Hardest Day - The Corrs]
(Posted from my mobile phone)
Friday, January 23, 2009
Aku Ingin
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Puisinya cuma sgitu..tapi maknanya daleeeeem.. hehe.. Iya, beneran. Bener kata Sapardi Djoko Darmono ini, cinta itu sederhana, biasa - ordinary - simple. Ga perlu deh ada kisah-kisah romantis ala hollywood. Ga perlu juga gombal-gombalan. Yang penting tulus, apa adanya. Ya ga? ;)
Thursday, January 22, 2009
Love Is...
.. blind
.. patient
.. comfort
.. growing up
.. unpredictable
.. a gift from God
.. a never-ending story
.. another form of hatred
.. the basic feeling of a human
.. something that never go wrong
.. a beautiful music in our heart
.. being able to say sorry
.. friendship set on fire
.. a key to happiness
.. unconditional
.. adventure
.. amazing
.. simple
.. great
.. pure
and love is..
..... YOU!
:">
L is for the way you look at me. O is for the only one I see. V is very, very extraordinary. E is even more than anyone that you can adore. [L.O.V.E. - Nat King Cole]
Monday, January 05, 2009
Open Relationship
Kenapa tiba-tiba gw membahas ini? Gara-gara chatting sama salah satu temen gw, dia lagi baca artikel tentang open relationship gitu.. dan inilah hasil chatting gw ma dia yang sudah dirangkum dan diedit tentunya..
What is an open relationship? Jadi gini, misal gw pacaran ama Nick Carter (kenapa coba harus gw dan Nick Carter? hehe), kami saling membebaskan satu sama lain atas kesepakatan berdua. Jadi, gw mau deket ma cowo laen, jalan-jalan ama cowo lain itu sah-sah aja. Karena menurut pemikiran orang yang menganut paham open relationship, toh baru masa pacaran, blom ada ikatan dan gada yang namanya jaminan bahwa suatu saat bakal nikah. Jadi selama gw pacaran ama Nick Carter, ada kmungkinan gw bisa deket ama cowo lain, dan cowo ini bisa aja suatu saat jadi suami gw. Banyak memang pertimbangannya.
Tapi bisa juga gini, punya pacar terus deket ama yang lain. Seiring waktu berjalan, dia ngerasa dari tiap orang yang deket ama dia ga ada yg sesempurna pacarnya (menurut dia lho!). Akhirnya ya balik lagi ke pacarnya dan menikah.
Gw sendiri stuju ga stuju ama open relationship itu. Memang gada jaminan qta pacaran trus bakal nikah. Tapi balik lagi ke tujuan pacaran itu apa? Cume sekedar cari pacar atau masa perkenalan sebelum nikah? Yang namanya pacaran tuh komitmen sama pasangan kan? Komitmen itu harus dijalanin, dijaga, bukan dikhianatin. Ga bisa dong gitu aja cari orang laen sementara kita lagi menjalani komitmen sama orang ini. Mending putus dulu, jalan sama yang laen. Kalo ga cocok, cari yang baru atau balik lagi sama yang lama. Tapi memang susah pelaksanaannya. Hmmm...ya kalau gitu kenapa ga HTS*-an aja? HTS-an kan gada komitmen. Gada status pacaran dan bisa ngider sana sini. Atau sebenernya open relationship itu bahasa sononya HTS-an?
Sekarang soal pacaran? Apa itu pacaran? Sebenernya istilah pacaran itu masi bias siy. Kalau diliat dari agama, mana ada istilah pacaran, yang ada, klo di Islam sih taaruf. Tapiii...taaruf itu bukannya sama aja sama HTS-an atau open relationship? Menurut gw, beda! Taaruf kan jelas, tujuan akhir nikah. Kalo HTS-an mahHTS-an bisa aja menikah, tapi cuma takut yang namanya komitmen atau berpikiran bahwa pacaran tuh menurut pandangan dia masih bias. Karena kalau dia pacaran, dia berpikiran akan menutup akses untuk bisa mengenal orang lain yang notabene malah bisa lebih cocok ama dia a.k.a. jodoh dia.
Aaah..sayangnya, pembicaraan gw sama dia berakhir di situ karena ebuddy gw error! Siyal! Jadi kesimpulannya? Terserah yang baca. Udah pada gede kan, bisa ngambil kesimpulan sendiri. Hahahahahahaha.. Jadi, pilih mana? Pacaran, HTS-an, open relationship? Klo gw sih, pacaran aja deh! ;)
*HTS : Hubungan Tanpa Status
Sunday, December 28, 2008
What They Said About Us..
"Kalian yg sama2 memendam rasa kan? And now he admitted to u that he has this feeling, right? I knewwwwwwwwww itttttttttttt!"
"Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah!!!" *teriak histeris*
"I knew it, always knew it."
"Gua udah tau dari dulu!"
"Si eclipse itu ya? Aku udah nyangka aja."
"It's like.....a dream come true ya, na?"
"I knew it, sooner or later ure gonna win my dearest sis' heart..hehehehehe.."
"Waaah..akhirnya ya, na!"
"Asa ga percaya, kamu bisa sama dia juga, na!"
"Waaaah?? Sedikit kaget..hehe.."
"Yakin lu nu? Gila, sobat lu sendiri dipacarin jg.."
"Semut di sebrang pulau kliatan jelas,gajah dipelupuk mata ga kliatan2 juga! Akhirnyaaaaaaa... Hihihihi.."
"I knew it .. I just need to confirm it.""Sudah kuduga bahkan hanya dengan melihat sekilas saja."
"Jadi inget 9 orang yang suka sama nona waktu kata Pak Isis (guru fisika) waktu kls 2."
"Akhirnya..luv already found u."
Lihat kesamaan komentar mereka? Kebanyakan bilang udah bisa liat dari dulu.. Heraaaan... Kenapa mereka bisa tau, sedangkan kami tidak???? Heuheu..
I dont know but I believe, that something are meant to be. I never thought that dreams came true but you showed me that they do. 'Cos I believe that destiny is out of our control. And you'll never live until you love with all your heart and soul. [Everday I Love You - Boyzone]
Monday, December 22, 2008
Aku Menunggu Dia Ada

aku slalu menunggu
menunggu bagaimana kabarnya
menunggu cerita tentang hidupnya
aku slalu menunggu
menunggu suaranya
menunggu senyumannya
dia slalu ada
ada untuk mendengarkan ceritaku
ada untuk hanya berada disisiku
dia slalu ada
ada saat aku membutuhkannya
ada saat aku hanya ingin melihatnya
kadang dia pergi
pergi jauh hingga aku mungkin menyusulnya
pergi jauh hingga aku merasa kehilangan
kadang dia pergi
membuatku sadar bahwa dia tak hanya milikku
membuatku paham kalau aku tidak boleh berharap lebih
saat dia pergi
aku merasa sendiri
aku kesepian
aku kehilangan arah
saat dia pergi
aku sadar bahwa aku memang membutuhkannya
aku ingin selalu ada di dekatnya
maka aku hanya bisa menunggu
menunggu dia untuk datang
berharap dia ada untukku
tapi aku tak tau
tapi aku tak sadar
ternyata dia disana
dia menunggu dengan sabar
hingga aku dapat menyusulnya
ternyata dia disana
dengan senyumannya yang selalu membuatku tenang
dengan suaranya yang membuat hatiku damai
sekarang aku tau
sekarang aku sadar
ternyata dia di sana
menunggu kedatanganku
dengan membawa sejuta cerita
menunggu kehadiranku
untuk berbagi cerita bersama
ternyata dia di sana
dia hanya menunggu
dia tak pernah pergi
ternyata dia ada
dia ada di sana
dia selalu di sana
ada hanya untukku

There's a song that's inside of my soul. It's the one that I've tried to write over and over again. I'm awake in the infinite cold. But you sing to me over and over and over again. So I lay my head back down, and I lift my hands, and pray to be only yours. I pray to be only yours. I know now you're my only hope. [Only Hope - Mandy Moore]
This is a response to dia duduk di situ by anuaja.
Sunday, November 30, 2008
They Just Don't Know How Long It Takes...
It's just a love.
Just an ordinary love.
It's what I've been looking for.
A perfectly normal love.
Though the breezes through trees. Move so pretty you're all I see. As the world keeps spinning round. You hold me right here right now. Lucky I'm in love with my best friend. [Lucky - Jason Mraz feat. Colbie Calliat]
Friday, November 21, 2008
Siluman Air Dingin
Seperti apa siy siluman ini? Sebenernya manusia asli siy, tapi dia seperti air dingin. Tau air dingin kan? Bangun pagi masi ngantuk trus mandi pake air dingin pasti jadi segar. Siang hari yang panas enaknya minum air dingin biar adem. Nah, si siluman air dingin ini juga kaya gitu. Saat lagi bete, deket2 dia langsung jadi tenang. Waktu hati lagi panas, ada dia pasti jadi adem. Pas lagi merasa sakit, cuma denger suara dia rasa sakitnya sedikit berkurang. Sedahsyat itu kah? Percaya ga percaya siy, tapi itu bener-bener terjadi, sodara-sodara. Gw ngrasain sendiri koq! Sumpah! ;)
You're my sunshine after the rain. You're the cure against my fear and my pain. And I'm losing my mind when you're not around. It's all.. It's all because of you. [Because of You - 98 Degrees]
Sunday, November 16, 2008
Kisah Burung Kecil dengan Toplesnya
Once upon a time, in the middle of nowhere, hiduplah seekor burung kecil yang selalu membawa sebuah toples kaca. Toples kaca itu pemberian seseorang bertahun-tahun yang lalu. Dan sejak saat itu, burung kecil itu selalu membawa toples kacanya kemana pun dia terbang. Toples kaca itu digunakannya untuk menyimpan sesuatu berharga yang ditemuinya sepanjang perjalanan, agar dia dapat melihatnya kembali kapanpun dia mau. Dia tau resikonya membawa toples kaca saat dia terbang. Saat dia terjatuh, toples kacanya pun akan ikut terjatuh. Bisa hanya retak, ataupun pecah. Tergantung. Tergantung ketinggian dia terbang, tergantung bagaimana dia melindungi toples kacanya saat dia jatuh. Dan dia tidak peduli, dia hanya ingin terbang tinggi dengan membawa toples kaca kesayangannya. Tapi dia lupa, saat dia terjatuh, bukan hanya toples kacanya yang akan rusak, sepasang sayapnya juga.
Waktu berjalan, burung kecil itu terjatuh. Tapi toples kacanya tidak retak sedikit pun. Sayapnya juga masih kuat membawa dia terbang. Dia melanjutkan perjalanannya. Dia terjatuh. Toples kacanya sedikit retak. Sayapnya masih kuat. Dia terjatuh kembali. Toples kacanya semakin retak. Sayapnya mulai terasa sakit. Tapi dia tetap tidak peduli. Dia masih ingin terbang. Terbang yang tinggi. Tapi ternyata dia terbang terlalu tinggi. Sampai akhirnya dia terjatuh untuk yang terakhir kalinya. Toples kacanya benar-benar hancur. Sayapnya benar-benar rusak. Dia tidak dapat terbang lagi. Dia terjatuh ke daratan. Sendirian.
Sesaat, sempat terpikirkan olehnya untuk berhenti terbang. Dia tidak mau terbang kembali. Dia tidak mau kehilangan toples kaca kesayangannya lagi. Dia tidak mau menyakiti sepasang sayapnya lagi. Cukup! Untuk apa terbang kalau akhirnya nanti akhirnya terjatuh dan sakit? Akan tetapi dia tidak bisa memikirkan untuk tidak terbang. Bagaimana pun juga dia seekor burung. Burung yang ditakdirkan untuk bisa terbang, bukan berjalan dan diam di daratan.
Burung kecil itu akhirnya mengalah pada takdir. Toples kaca yang hancur memang tidak bisa diperbaiki, tapi sepasang sayapnya masih bisa disembuhkan. Biarlah nanti dia mencari toples kaca yang baru. Sambil menunggu sayapnya pulih, dia belajar untuk terbang kembali. Ketika sayapnya hampir pulih, datanglah seseorang yang membawakannya toples kaca yang baru - lebih kuat dari sebelumnya - dan segelas air putih. Bukan susu, bukan teh manis, bukan kopi, bukan jus buah, atau jenis minuman lainnya. Hanya segelas air putih biasa. Segelas air putih biasa yang cukup untuk memberikannya kekuatan yang baru.
Dan akhirnya burung kecil itu akhirnya siap untuk terbang kembali. Siap untuk terbang tinggi. Siap untuk melihat indahnya dunia dari ketinggian. Siap untuk terjatuh. Siap menerima resiko apapun. Ya, sekarang burung kecil itu sudah siap untuk terbang.
We’re breaking free. We’re soaring. Flying. There’s not a star in heaven. That we can’t reach . If we’re trying. Yeah we’re breaking free. Running. Climbing. To get to that place. To be all that we can be. Now’s the time. [Breaking Free - Zac Efron & Vanessa Hudgens]
Friday, October 31, 2008
Alone, at last..
Gosh! I'm so over with him! Tiga tahun seakan hilang dalam tiga menit. *sigh*
Awalnya gw masih mau pertahanin, asal dia mau berubah. Makanya gw minta break, bukan karena orang lain, tapi karena gw butuh waktu buat mikirin: sebenernya selama ini gw lebih banyak bahagia, atau justru menderita?
Ya, ada seseorang yang sempat muncul lagi di hidup ge. Tapi bukan itu alasannya. Dia bahkan nggak pernah tahu gimana perasaanku selama ini. Gw sudah mencoba bertahan lama, bertahan dalam ketidakpastian, sampai akhirnya gw cape. Dan baru sekarang gw sadar.
Masalahnya, dia malah salah paham. Dia pikir gw cuma main-main, deket sama orang lain demi kenyamanan baru. Dia ga lagi percaya, dan akhirnya memilih mengakhiri hubungan ini.
Awalnya gw sebel. Tapi ternyata ada rasa lega. Lega karena gw akhirnya berani lepas. Selama ini gw takut sendiri, padahal ternyata lebih menyenangkan. I’m free!
Dan gw makin yakin ketika tahu, orang-orang terdekat pun sebenarnya ga suka dengan cara dia memperlakukan gw. Mereka melihat sesuatu yang gw pura-pura nggak lihat. Dan sekarang aku sadar,
selama ini aku terlalu buta. Alhamdulillah, Allah udah bukain mata gw. Makasih ya Allah!
Apabila nanti memang sudah saatnya lepas semua sisi hatimu yang dulu. Mungkin memang harus putus saja. Tak ada jalan yang terbaik untuk kita. [Putus Saja - Reza]
Tuesday, October 28, 2008
The Answer To Our Life
Akhirnya, jawaban itu gw temukan tanpa sengaja, tanpa terencana. Gw lega, sekaligus bingung. Kenapa sih baru skrg? Kenapa ga 6 tahun yg lalu? 5 tahun yg lalu? 4 tahun yg lalu? 3 tahun yg lalu? I hate myself, I hate him, and I almost hate God. But what ever the reasons, mungkin tadi malam adalah waktu yang terbaik. Mungkin..
Tapi sekarang gw mengerti kenapa semua ini terjadi. Everything really happens for a reason. Ini jawabannya, Allah membiarkan gw untuk menemukan jawaban yang 6 tahun yang lalu gw cari, langsung dari orangnya.
Uhmmm..sebenernya blom beres sih td malem. Ada beberapa hal yang pengen gw tanyain. Tapi sudahlah, masi ada waktu. Toh dunia blom brakhir. (hehe.. apa sih?)
Yang penting, gw merasa lega. Egois ga sih gw klo berharap it won't change anything between us? I hope it's not the end of us because I DO believe that we DO have never-ending story. Ah, nulis apa sih gw? Dont know lahh....still confuse. Biarkan waktu yg menjawab. Gw cuma bisa nunggu, seperti yg selalu gw lakukan.
And btw, for the first time in my life, he makes my heart beating sooo fast! (duh..Allah koq senang menggoda gw sih?)
hmmmm....Jd pengen nonton My Best Friend's Wedding, my favourite film ever! ;)
Show me a reason, give me a sign.. Tell me the way we fall out of line.. Is it today or is it tonight we'll find the answer to our life.. [The Answer to Our Life - Backstreet Boys]
Monday, October 27, 2008
Bimbang
Ntah knp, perasaan yg dulu pernah ada, muncul tiba2..dan tidak secara perlahan.. Gw pnah nulis koq di blog ini, Juli 2004 klo ga salah, about someone who I think I felt in love with.. Sampai saat ini, gw masi blom menemukan jawabannya.. Tp sumpah, kmrn sempet lupa, dan tiba2 bbrp bulan trakhir terpikirkan lagi.. Mungkin karena dia ada lagi di hidup gw stlh smpt hilang.. hehe.. apa sih.. ga ilang sbnrnya, yaaah..gtau jg ya knp.. tp skrg, keadaan persis seperti di tahun 2002, ada sih bedanya..tp tak usahlah gw jelaskan disini.. (krn blog ini bukan buat dimengerti..haha..)
Tiba2 gw teringat My Best Friend Wedding, dmn gw merasa seperti Julia Roberts.. Gw ngerti perasaannya.. Gw jg suka endingnya, krn keadaan gw pun seperti itu.. Dengan jd sahabat, gw bisa ada di sisi dia terus..iya kan? And I think, it's enough for me..
Tapi gtau knp, gw akhir2 ini mikir, apa bnr ya crita di komik2..bahwa dua org berlainan jenis yang sahabatan, akhirnya bakal saling suka, and they live happily ever after.. Knp? krn dr awal mereka ga takut buat nyeritain smuanya.. dan menurut gw, itu yg penting dalam suatu relationship, kepercayaan dan komunikasi.. daaan..gw mulai memikirkannya lagi.. klo gw sama dia, apa yg bakal terjadi?
Gw ga brani nulis lebih banyak lagi.. krn sesuai judul, gw bimbang.. gw gtau jawaban dr smua ini apa.. I'm just hoping God would answer my question, just one question.. is he meant for me?
Pejamkan mata bila kuingin bernafas lega.. Dalam anganku aku berada disatu persimpangan jalan yang sulit kupilih.. [Bimbang - Melly Goeslaw]
Monday, June 23, 2008
Soulmate
Dan buat gw, soulmate itu adalah gambaran suami ideal. Kenapa ideal? Iyalah, namanya juga soulmate, pasangan jiwa, belahan jiwa. Seorang soulmate itu menyempurnakan hidup kita, dia menerima kita apa adanya, dan selalu ada saat kita butuhkan. Yang dinamakan soulmate itu, punya ikatan tersendiri, hati kita dan dia bisa 'berkomunikasi' dengan amat lancar tanpa harus bicara. Dan kalo menurut gw sih, seorang suami harus kaya gitu.
Jadi seperti apa gambaran seorang soulmate buat gw? Gini, soulmate itu adalah seseseorang yang bisa tau kapan gw sedih, kapan gw seneng, tanpa perlu gw jelasin. Gw ga perlu ngomong, dia udah tau. Dan dia juga tau bagaimana menangani gw yang lagi sedih dan gw yang lagi seneng. Seorang soulmate juga harus mau berbagi semua cerita, dari mulai cerita ga penting sampai yang penting. Jangan lupa, dia juga harus sabar dengerin cerita-cerita gw, karena kadang gw cerita gw susah buat dimengerti..hehehehe..
Seorang soulmate itu percaya banget sama pasangannya. Dia ga bakal ngelarang-larang ini-itu, harus begini-begitu, pokoknya gakan ngatur-ngatur orang. Ngapain? Bukan tugas dia dong ngatur-ngatur gw, itu artinya dia tidak bisa menerima gw apa adanya. Kecuali niy, perbuatan gw keterlaluan banget. Soulmate itu belahan jiwa, berarti dia harus bisa ngasi kenyamanan. Cuma soulmate yang bisa kasi kenyamanan saat ngobrol berdua sama dia, atau bahkan kenyamanan saat kami berdua sedang terdiam.
Apalagi ya? Hmmm..segini dulu aja, kapan-kapan kalo ada tambahan gw tambahin deh di postingan yang laen..hahahaha..
Have I found my soulmate? Well, not yet. Abis terlalu ideal sih, kayanya bakal susah nemunya. Mungkin aja dia nanti hadir bukan sebagai suami gw, tapi sebagai sahabat gw. Yeaah..soulmate kan ga harus jadi pasangan hidup kita, kata Kahitna juga soulmate itu kekasih hati, dan apalagi klo bukan dalam bentuk seorang sahabat, ya ga? Mudah-mudahan aja gw menemukan si soulmate. Entah itu di dunia, atau nanti di surga. Amin.....
It's amazing how you can speak right to my heart. Without saying a word, you can light up the dark. Try as I may, I could never explain. What I hear when you don't say a thing. [When You Say Nothing At All - Ronan Keating]



