Sunday, November 16, 2008

Kisah Burung Kecil dengan Toplesnya

Once upon a time, in the middle of nowhere, hiduplah seekor burung kecil yang selalu membawa sebuah toples kaca. Toples kaca itu pemberian seseorang bertahun-tahun yang lalu. Dan sejak saat itu, burung kecil itu selalu membawa toples kacanya kemana pun dia terbang. Toples kaca itu digunakannya untuk menyimpan sesuatu berharga yang ditemuinya sepanjang perjalanan, agar dia dapat melihatnya kembali kapanpun dia mau. Dia tau resikonya membawa toples kaca saat dia terbang. Saat dia terjatuh, toples kacanya pun akan ikut terjatuh. Bisa hanya retak, ataupun pecah. Tergantung. Tergantung ketinggian dia terbang, tergantung bagaimana dia melindungi toples kacanya saat dia jatuh. Dan dia tidak peduli, dia hanya ingin terbang tinggi dengan membawa toples kaca kesayangannya. Tapi dia lupa, saat dia terjatuh, bukan hanya toples kacanya yang akan rusak, sepasang sayapnya juga.

Waktu berjalan, burung kecil itu terjatuh. Tapi toples kacanya tidak retak sedikit pun. Sayapnya juga masih kuat membawa dia terbang. Dia melanjutkan perjalanannya. Dia terjatuh. Toples kacanya sedikit retak. Sayapnya masih kuat. Dia terjatuh kembali. Toples kacanya semakin retak. Sayapnya mulai terasa sakit. Tapi dia tetap tidak peduli. Dia masih ingin terbang. Terbang yang tinggi. Tapi ternyata dia terbang terlalu tinggi. Sampai akhirnya dia terjatuh untuk yang terakhir kalinya. Toples kacanya benar-benar hancur. Sayapnya benar-benar rusak. Dia tidak dapat terbang lagi. Dia terjatuh ke daratan. Sendirian.

Sesaat, sempat terpikirkan olehnya untuk berhenti terbang. Dia tidak mau terbang kembali. Dia tidak mau kehilangan toples kaca kesayangannya lagi. Dia tidak mau menyakiti sepasang sayapnya lagi. Cukup! Untuk apa terbang kalau akhirnya nanti akhirnya terjatuh dan sakit? Akan tetapi dia tidak bisa memikirkan untuk tidak terbang. Bagaimana pun juga dia seekor burung. Burung yang ditakdirkan untuk bisa terbang, bukan berjalan dan diam di daratan.

Burung kecil itu akhirnya mengalah pada takdir. Toples kaca yang hancur memang tidak bisa diperbaiki, tapi sepasang sayapnya masih bisa disembuhkan. Biarlah nanti dia mencari toples kaca yang baru. Sambil menunggu sayapnya pulih, dia belajar untuk terbang kembali. Ketika sayapnya hampir pulih, datanglah seseorang yang membawakannya toples kaca yang baru - lebih kuat dari sebelumnya - dan segelas air putih. Bukan susu, bukan teh manis, bukan kopi, bukan jus buah, atau jenis minuman lainnya. Hanya segelas air putih biasa. Segelas air putih biasa yang cukup untuk memberikannya kekuatan yang baru.

Dan akhirnya burung kecil itu akhirnya siap untuk terbang kembali. Siap untuk terbang tinggi. Siap untuk melihat indahnya dunia dari ketinggian. Siap untuk terjatuh. Siap menerima resiko apapun. Ya, sekarang burung kecil itu sudah siap untuk terbang.


We’re breaking free. We’re soaring. Flying. There’s not a star in heaven. That we can’t reach . If we’re trying. Yeah we’re breaking free. Running. Climbing. To get to that place. To be all that we can be. Now’s the time. [Breaking Free - Zac Efron & Vanessa Hudgens]

1 comment:

  1. very nice story! ;) hope the bird wont be scared again to fly, coz its all worthed, remember how good it feels to fly, lets fly! and then sleep. hehehe

    ReplyDelete

Say what you need to say..