Tuesday, March 08, 2016
Happy 6th!
Iih..tumben deh! :P
Kenapa gw bilang tumben, soalnya biasanya gw duluan yang posting baru dia posting. Ato kaya tahun kemaren gw sengaja ga posting dan dia pun ga posting sama sekali. Huh! Makanya kaget pas liat postingan dia di path, terharu gimana gitu, hihihihihi.. Alhasil gw jadi kalang kabut nyari inspirasi postingan *anaknya ga mau kalah banget ya gw, hahahahhaha*. Sayangnya, ga nemu foto yang gw mau, jadinya posting ini:
Sunday, March 31, 2013
Tiga Tahun Bertiga
Tahun ini, 2013.
Kita tiga tahun.
Dan sudah bertiga.
Tahun depan berempat ga ya? *ditoyorH :P
*latepost
Wednesday, March 21, 2012
Dua Tahun
Sama dengan 24 bulan. 104 minggu. 731 hari (karena 2012 tahun kabisat). 17544 jam. 1052640 menit. 63158400 detik. *kalo ada angka yang salah, salahkan kalkulator :P*
Dua tahun.
Dua. Dua manusia keras kepala. Dua manusia manja. Dua manusia berbeda pikiran. Dua manusia berbeda keinginan. Alhamdulillah masih berdua aja kalo kemana-mana.
Dua tahun.
Tahun kemaren merayakannya dengan fine dining di restonya Hilton Hotel. Tahun ini perayaannya sedikit lebih awal, satu bulan sebelumnya, hehe. Iya, liburannya salah tanggal :P Dan berhubung baru liburan dan tahun ini enam maret jatuhnya di hari kerja, jadi kami putuskan untuk dinner di Pizza Hut Garut saja. Yang penting makan malem berdua ;)
Dua tahun.
Still a roller-coaster-year. Turunan dan tanjakannya hampir sama lah sama tahun kemaren, tapi beda jenisnya doang. Alhamdulillah bisa ngelewatinnya walau harus berurai air mata, hehe. Sampai sekarang kalo dipikirin masih suka sedih sih. Dasar gw ya, kalo udah kena satu masalah ngelupainnya bisa bertahun-tahun. Sangat scorpio.
Dua tahun.
Alhamdulillah sekarang gw dan H udah bisa bareng 24/7. Gw akhirnya resign dari kerjaan dan memutuskan untuk pindah ke Garut. Enam bulan pertama di Garut gw pengangguran abis. Satu dua bulan pertama sih masih senang-senang, berasa liburan. Beberapa bulan berikutnya, gw udah kaya mau gila. (pernah gw ceritakan disini). Dan alhamdulillah, per 17 Januari 2012 gw resmi bekerja di salah satu pabrik yang ada di Garut. :)
Dua tahun.
Belum. Gw masih belum bisa menjawab si-pertanyaan-satu-juta-dolar itu. Iya, sempet hamil tapi pendarahan di minggu ke-7 dan 8, lalu akhirnya keguguran di minggu ke-11. Seharusnya bulan April besok adalah due date-nya. Suka pengen nangis kalo inget ini. Apalagi temen-temen gw sedang merencanakan anak kedua mereka. Tapi yaaa...ga boleh terlalu dipikirin ya. Memang belum waktunya aja. Dari tahun kemaren gw dan suami gw masih belom berubah, masih senengnya maen. Kata orang-orang sih klo masih seneng maen biasanya ga akan dikasih. Wallahualam deh ya. Gw cuma bisa percaya bahwa rencana Allah bakal lebih baik daripada rencana gw dan H. Insya Allah.
Dua tahun.
Anniversary wishlist tahun ini? Masih sama ama tahun kemaren *big grin*
| Lucky I'm in love with my best friend. Lucky I have you as my H. Happy anniversary! :* |
Friday, April 22, 2011
It's Been A Year
Yes, it's been a year. Tanggal 6 Maret taun ini jatuh pada hari minggu, so we decide to celebrate it a day before, on March 5. Kemana? Nginep di hotel Hyatt dan fine dining di Hilton. Tadinya mau nginep di Hilton tapi ga kuat gila biayanya. Trus lagi kita baru nyampe bandung sore, soalnya spupu gw nikah si garut. Lucu ya, umur beda staun lebih dua hari, nikahnya beda staun kurang satu hari. *kalimat trakhir abaikan saja*
Yes, it's been a year. I'm soooo lucky to have him as a husband. Why? No need a reason to explain. I just feel so lucky. I think now he's my lucky charm ;)
Yes, it's been a year. A roller-coaster-year, but not the scary one. Masih masa adaptasi mungkin ya. Masih dalam tahap koq-gini-koq-gitu-knp-gitu-aja-jadi-masalah-and-blah-blah. Jalan kluarnya cuma satu, harus ada satu yang ngalah karena rumus matematika dalam menikah itu 1 + 1 = 1, bukan 1 + 1 = 2.
Yes, it's been a year. And it's been 4 months since both of us work in a different city. It makes me a weekend wife. Sediiih..tapi mau gimana lagi? Dia kerja di garut, gw kerja di bandung. Gw ga tau sampe kapan ini bakal berlangsung. Tapi gw siap seandai nanti gw harus besarin anak gw sendirian di bandung ato sewaktu-waktu harus resign dari kantor.
Yes, it's been a year. Ngomong-ngomong soal anak, gw belom hamil juga. I don't know what is wrong with us. Gw memang belom ke dokter, soalnya kalo memang belom dikasi ya belom aja. Tapi khawatir juga karena, biasalah, tekanan sosial. Apalagi klo orang-orang udah komen sok-tau-dan-menyakitkan-hati (ntah gw yang sensi). Should we go to see a doctor?
Yes, it's been a year. Kadang ngerasa masih pacaran. Kenapa? Mungkin karena gw di bandung, tidur sendirian, ketemu cuma wiken. Trus kadang masih malu buat minta uang belanja jadi pake duit sendiri. Why? Ngerasa ga enak aja minta. Mungkin kebiasaan dari lulus beli ini-itu pake duit sendiri walo bikin uang tabungan abis :P.
Yes, it's been year. Sejauh ini gw bersyukur gw diberikan suami kaya dia. Bersyukur gw masih bisa kerja jadi ga terlalu nyusahin suami gw soalnya needs gw banyaaaak, terutama soal jajanan dan buku :D. Bersyukur kami berdua masih diberikan kesempatan untuk bernapas sampe detik ini. Well, it's great year, but still have many years to come. Semoga Allah memberikan kesempatan untuk kami berdua untuk berumah tangga, till death do us part.
Yes, it's been a year. Boleh bikin anniversary wishlist? Boleh lah ya, gw yang bikin tulisan ini. LOL. Yang pertama, gw pengen suami gw berenti merokok secepatnya. Di antara temen2 kuliah dulu, gw salah satu di antara orang2 yang benci rokok, eeh malah dapet suami perokok. Allah teh emang suka aja godain gw, hehe. Semoga Allah memberikan niat yang kuat ke suami gw untuk berhenti merokok, amiiiiin.. Yang kedua, well, God knows what we want *big grin plus puppy eyes*. Yak, wish list cuma ada dua. Cukup segitu juga ;)
![]() |
| Alhamdulillah, we have passed our first year :) |
-----
Sent from my smartphone®
Thursday, November 04, 2010
Doa Seorang Istri
Ya Allah, sekiranya suamiku adalah suami yang akan membimbing tanganku di jalan-Mu, karuniakanlah aku sifat kasih dan ridha atas segala perbuatannya.
Ya Allah, sekiranya suamiku adalah calon penghuni surga-Mu, limpahkanlah aku dengan sifat tunduk dan tawadhu' akan segala perintahnya.
Ya Allah, sekiranya suamiku adalah yang terbaik untukku, peliharalah tingkah lakuku serta kata-kataku dari menyakiti perasaannya.
Ya Allah, sekiranya suamiku jodoh yang Engkau rahmati, berilah aku kesabaran untuk menghadapi segala sifatnya.
Ya Allah, sekiranya suamiku tergoda dengan keindahan dunia-Mu, limpahkanlah aku kesabaran untuk terus membimbingnya.
Ya Allah, sekiranya suamiku tunduk terhadap nafsu yang melalaikan, karuniailah aku kekuatan-Mu untuk memperbaiki keadaannya.
Ya Allah, sekiranya suamiku mencintai kesesatan, pandulah aku untuk menarik dirinya dari keterlenaannya.
Ya Allah, Engkau yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untukku, Engkau juga yang Maha Mengampuni segala kekhilafanku, sekiranya aku salah memutuskan sesuatu, bimbinglah aku ke jalan yang Engkau ridhoi. Sekiranya aku lalai dalam tanggungjawabku sebagai istri, hukumlah aku di dunia ini, bukan di akhirat-Mu.
Ya Allah, sesunggunya aku lemah tanpa petunjuk-Mu, aku buta tanpa bimbingan-Mu, aku cacat tanpa hidayah-Mu, aku hina tanpa rahmat-Mu.
Tabahkan aku menghadapi segala cobaan-Mu. Jadikan aku istri yang disenangi suami. Bukalah hatiku dan hati suamiku untuk menghayati agama-Mu. Bimbinglah aku menjadi istri yang sholihat. Selamatkan hidupku dan suamiku di dunia dan akhirat.
Aamiin...Yaa Rabbal 'Aalaamiin....
-anonymous-
-----
Sent from my smartphone®
Sunday, October 24, 2010
Berumah Tangga
Ok, cukup pendahuluannya. Berikut ini ceramah dari ibu ustadzah yang ga gw edit - karena malas :P.
Rumah tangga adalah ibadah sepanjang hidup. Tidak ada cuti, tidak ada istirahat. Perintah ibadah tersebut diterima sejak ijab qabul (Al-quran surat 30 ayat 21).
Berumah tangga merupakan wasiat dan amanat dari Allah, perjalanan ibadah selalu nyambung dan panjang. Dalam ibadah ini, suami dan istri tidak boleh terpisah, hanya boleh saat ruh terpisah dari badan. (Al-quran surat 36 ayat 6 » Allah menciptakan berpasangan).
Peran istri itu mutlak, tidak bisa ditawar. Istri = iman islam, sholeh, taat, ridho, ikhlas.
Dalam berumah tangga pasti banyak kerikil tajam, gelombang dahsyat, dan derasnya ujian. Saat semua itu datang hanya perlu sholat dan doa; sabar dan tawakal; serta menjaga iman dan kendalikan islam.
Manusia itu sarana salah. Untuk meminimalkan kesalahan, harus belajar menjadi suami/istri yang soleh, yaitu: taat aturan Allah minimal menjaga kehormatan diri, keluarga, dan rumah tangga.
Anak adalah titipan Allah. Tugas orang tua adalah 'hanya': memberi nama yang baik, mencukur pada hari ketujuh, mendidik, dan menikahkan. Dalam mendidik anak tidak boleh ada kata tidak/jangan dan kata-kata bermakna negatif lainnya. Setelah anak menikah, orang tua tidak boleh ikut campur dalam urusan rumah tangga anaknya, karena urusan rumah tangga hanya suami dan istri saja yang tau. Tapi bukan berarti putus dari keluarga.
Dalam mencari calon suami/istri tidak harus yang mirip kelakuannya. Dua orang yang berkelakuan serupa tidak berarti rumah tangganya akan harmonis selalu, karena dalam berumah tangga, sama bukan brarti serupa tapi sejalan.
Mustahil Allah menciptakan manusia yang sempurna. Jika muncul kekurangan pada pasangan atau keluarga pasangan, maka kita harus ridho. Tidak boleh mengeluh. Caranya adalah dengan memanfaatkan kelebihan yang ada dalam diri kita maupun pasangan kita.
-----
Sent from my smartphone®



