Friday, June 19, 2015

Kaca Spion by Andy F Noya

Lagi beres-beres inbox imel gw yang udah bertahun-tahun ga diberesin, tetiba liat imel dari seorang sahabat yang isinya sebuah artikel yang menurut gw, bagus. Rasanya sayang kalo cuma mengendap di imel gw aja. Mending diposting dimari, buat bahan renungan gw juga.

---------------

Kaca Spion

Sejak bekerja saya tidak pernah lagi berkunjung ke Perpustakaan Soemantri Brodjonegoro di Jalan Rasuna Said, Jakarta. Tapi, suatu hari ada kerinduan dan dorongan yang luar biasa untuk ke sana. Bukan untuk baca buku, melainkan makan gado-gado di luar pagar perpustakaan.
Gado-gado yang dulu selalu membuat saya ngiler. Namun baru dua tiga suap, saya merasa gado-gado yang masuk ke mulut jauh dari bayangan masa lalu. Bumbu kacang yang dulu ingin saya jilat sampai piringnya mengkilap, kini rasanya amburadul. Padahal ini gado-gado yang saya makan dulu. Kain penutup hitamnya sama. Penjualnya juga masih sama. Tapi mengapa rasanya jauh berbeda?

Malamnya, soal gado-gado itu saya ceritakan kepada istri. Bukan soal rasanya yang mengecewakan, tetapi ada hal lain yang membuat saya gundah. 

Sewaktu kuliah, hampir setiap siang, sebelum ke kampus saya selalu mampir ke perpustakaan Soemantri Brodjonegoro. Ini tempat favorit saya. Selain karena harus menyalin bahan-bahan pelajaran dari buku-buku wajib yang tidak mampu saya beli, berada di antara ratusan buku membuat saya merasa begitu bahagia. Biasanya satu sampai dua jam saya di sana. Jika masih ada waktu, saya melahap buku-buku yang saya minati. Bau harum buku, terutama buku baru, sungguh membuat pikiran terang dan hati riang. Sebelum meninggalkan perpustakaan, biasanya saya singgah di gerobak gado-gado di sudut jalan, di luar pagar. Kain penutupnya khas, warna hitam. Menurut saya, waktu itu, inilah gado-gado paling enak seantero Jakarta. Harganya Rp 500 sepiring sudah termasuk lontong. Makan sepiring tidak akan pernah puas. Kalau ada uang lebih, saya pasti nambah satu piring lagi.

Tahun berganti tahun. Drop out dari kuliah, saya bekerja di Majalah TEMPO sebagai reporter buku Apa dan Siapa Orang Indonesia. Kemudian pindah menjadi reporter di Harian Bisnis Indonesia. Setelah itu menjadi redaktur di Majalah MATRA. Karir saya terus meningkat hingga menjadi pemimpin redaksi di Harian Media Indonesia dan Metro TV.

Sampai suatu hari, kerinduan itu datang. Saya rindu makan gado-gado di sudut jalan itu. Tetapi ketika rasa gado-gado berubah drastis, saya menjadi gundah. Kegundahan yang aneh. Kepada istri saya utarakan kegundahan tersebut.

Saya risau saya sudah berubah dan tidak lagi menjadi diri saya sendiri. Padahal sejak kecil saya berjanji jika suatu hari kelak saya punya penghasilan yang cukup, punya mobil sendiri, dan
punya rumah sendiri, saya tidak ingin berubah. Saya tidak ingin menjadi sombong karenanya.
Hal itu berkaitan dengan pengalaman masa kecil saya di Surabaya.

Sejak kecil saya benci orang kaya. Ada kejadian yang sangat membekas dan menjadi trauma masa kecil saya. 

Waktu itu umur saya sembilan tahun. Saya bersama seorang teman berboncengan sepeda hendak bermain bola. Sepeda milik teman yang saya kemudikan menyerempet sebuah mobil. Kaca spion mobil itu patah. Begitu takutnya, bak kesetanan saya berlari pulang. Jarak 10 kilometer saya tempuh tanpa berhenti. Hampir pingsan rasanya. Sesampai di rumah saya langsung bersembunyi di bawah kolong tempat tidur. Upaya yang sebenarnya sia-sia. Sebab waktu itu kami hanya tinggal di sebuah garasi mobil, di Jalan Prapanca. Garasi mobil itu oleh pemiliknya disulap menjadi kamar untuk disewakan kepada kami. Dengan ukuran kamar yang cuma enam kali empat meter, tidak akan sulit menemukan saya. Apalagi tempat tidur di mana saya bersembunyi adalah satu-satunya tempat tidur di ruangan itu.

Tak lama kemudian, saya mendengar keributan di luar. Rupanya sang pemilik mobil datang. Dengan suara keras dia marah-marah dan mengancam ibu saya. Intinya dia meminta ganti rugi atas kerusakan mobilnya. Pria itu, yang cuma saya kenali dari suaranya yang keras dan tidak bersahabat, akhirnya pergi setelah ibu berjanji akan mengganti kaca spion mobilnya.

Saya ingat harga kaca spion itu Rp 2.000. Tapi uang senilai itu, pada tahun 1970, sangat besar. Terutama bagi ibu yang mengandalkan penghasilan dari menjahit baju. Sebagai gambaran, ongkos menjahit baju waktu itu Rp 1.000 per potong. Satu baju memakan waktu dua minggu. Dalam sebulan, order jahitan tidak menentu. Kadang sebulan ada tiga, tapi lebih sering cuma satu. Dengan penghasilan dari menjahit itulah kami - ibu, dua kakak, dan saya - harus bisa bertahan hidup sebulan.
Setiap bulan ibu harus mengangsur ganti rugi kaca spion tersebut. Setiap akhir bulan sang pemilik mobil, atau utusannya, datang untuk mengambil uang.

Begitu berbulan-bulan. Saya lupa berapa lama ibu harus menyisihkan uang untuk itu. Tetapi rasanya tidak ada habis-habisnya. Setiap akhir bulan, saat orang itu datang untuk mengambil uang, saya selalu ketakutan. Di mata saya dia begitu jahat. Bukankah dia kaya? Apalah artinya kaca spion mobil baginya? Tidakah dia berbelas kasihan melihat kondisi ibu dan kami yang hanya menumpang di sebuah garasi? Saya tidak habis mengerti betapa teganya dia. Apalagi jika melihat wajah ibu juga gelisah menjelang saat-saat pembayaran tiba. 

Saya benci pemilik mobil itu. Saya benci orang-orang yang naik mobil mahal. Saya benci orang kaya. Untuk menyalurkan kebencian itu, sering saya mengempeskan ban mobil-mobil mewah. Bahkan anak-anak orang kaya menjadi sasaran saya. Jika musim layangan, saya main ke kompleks perumahan orang-orang kaya. Saya menawarkan jasa menjadi tukang gulung benang gelasan ketika mereka adu layangan. Pada saat mereka sedang asyik, diam-diam benangnya saya putus dan gulungan benang gelasannya saya bawa lari.

Begitu berkali-kali. Setiap berhasil melakukannya, saya puas. Ada dendam yang terbalaskan.
Sampai remaja perasaan itu masih ada. Saya muak melihat orang-orang kaya di dalam mobil mewah. Saya merasa semua orang yang naik mobil mahal jahat. Mereka orang-orang yang tidak punya belas kasihan. Mereka tidak punya hati nurani.

Nah, ketika sudah bekerja dan rindu pada gado-gado yang dulu semasa kuliah begitu lezat, Saya dihadapkan pada kenyataan rasa gado-gado itu tidak enak di lidah. Saya gundah. Jangan-jangan sayalah yang sudah berubah. Hal yang sangat saya takuti. Kegundahan itu saya utarakan kepada istri. Dia hanya tertawa. ''Andy Noya, kamu tidak usah merasa bersalah. Kalau gado-gado langgananmu dulu tidak lagi nikmat, itu karena sekarang kamu sudah pernah merasakan berbagai jenis makanan. Dulu mungkin kamu hanya bisa makan gado-gado di pinggir jalan. Sekarang, apalagi sebagai wartawan, kamu punya kesempatan mencoba makanan yang enak-enak. Citarasamu sudah meningkat,'' ujarnya. Ketika dia melihat saya tetap gundah, istri saya mencoba meyakinkan,"Kamu berhak untuk itu. Sebab kamu sudah bekerja keras."

Tidak mudah untuk untuk menghilangkan perasaan bersalah itu. Sama sulitnya dengan meyakinkan diri saya waktu itu bahwa tidak semua orang kaya itu jahat. Dengan karir yang terus meningkat dan gaji yang saya terima, ada ketakutan saya akan berubah. Saya takut perasaan saya tidak lagi sensitif. Itulah kegundahan hati saya setelah makan gado-gado yang berubah rasa. Saya takut bukan rasa gado-gado yang berubah, tetapi sayalah yang berubah. Berubah menjadi sombong. Ketakutan itu memang sangat kuat. Saya tidak ingin menjadi tidak sensitif. Saya tidak ingin menjadi seperti pemilik mobil yang kaca spionnya saya tabrak. Kesadaran semacam itu selalu saya tanamkan dalam hati. Walau dalamkehidupan sehari-hari sering menghadapi ujian. Salah satunya ketika mobil saya ditabrak sepeda motor dari belakang.

Penumpang dan orang yang dibonceng terjerembab. Pada siang terik, ketika jalanan macet, ditabrak dari belakang, sungguh ujian yang berat untuk tidak marah. Rasanya ingin melompat dan mendamprat pemilik motor yang menabrak saya. Namun, saya terkejut ketika menyadari yang dibonceng adalah seorang ibu tua dengan kebaya lusuh. Pengemudi motor adalah anaknya. Mereka berdua pucat pasi. Selain karena terjatuh, tentu karena melihat mobil saya penyok. Hanya dalam sekian detik bayangan masa kecil saya melintas. Wajah pucat itu serupa dengan wajah saya ketika menabrak kaca spion. Wajah yang merefleksikan ketakutan akan akibat yang harus mereka tanggung. Sang ibu, yang lecet-lecet di lutut dan sikunya, berkali-kali meminta maaf atas keteledoran anaknya. Dengan mengabaikan lukanya, dia berusaha meluluhkan hati saya. Setidaknya agar saya tidak menuntut ganti rugi. Sementara sang anak terpaku membisu. Pucat pasi. Hati yang panas segera luluh. 

Saya tidak ingin mengulang apa yang pernah terjadi pada saya. Saya tidak boleh membiarkan benih kebencian lahir siang itu. Apalah artinya mobil yang penyok berbanding beban yang harus mereka pikul. Maka saya bersyukur. Bersyukur pernah berada di posisi mereka. Dengan begitu saya bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Setidaknya siang itu saya tidak ingin lahir sebuah benih kebencian. Kebencian seperti yang pernah saya rasakan dulu. Kebencian yang lahir dari pengalaman hidup yang pahit.


Thursday, June 11, 2015

Tes Psikopat

Trying this test while watching Castle season 7, the result is..... 😑🔪
Too much thriller movie, I think.

-------

Sudahkah Anda mencoba tes ini?

[Hasil tes saya]

Tes Psikopat - 80 Poin : Seseorang  yang menyeramkan tinggal di dalam pikiran Anda!

Anda memiliki tingkat kecenderungan untuk menjadi psikopat yang cukup tinggi.

- Pertanyaan pertama mengenai cermin: Saat melihat cermin, orang biasa akan berpikir tentang kekurangan pada dirinya sendiri seperti "Tidak enak dilihat.." , akan tetapi seorang psikopat akan mencari penyebab suatu masalah di luar dirinya sendiri seperti melihat kotoran di kaca sebagai penyebab ketidak-puasannya.

- Pertanyaan kedua mengenai potret: Dalam pertanyaan mengenai potret, orang biasa dan seorang psikopat berbeda dengan psikopat akan menjawab mata atau jantung. Biasanya orang akan menjawab luka yang mereka pernah lihat di dalam film.

-Pertanyaan ketiga mengenai rumah musim panas di tengah hutan gelap: Dalam pertanyaan mengenai apa yang melintas di dalam hutan gelap, 97% memilih binatang liar, daun, atau hantu. Hanya 3% dari populasi memilih "Anjing". Seorang kriminal biasanya memilih 'Lawan Jenis' yang adalah sasaran untuk tindak kejahatan mereka, dan mereka yang diperkirakan adalah psikopat cenderung memilih 'Anjing' yang dapat mengganggu mereka di tempat kejadian perkara.

- Pertanyaan keempat mengenai mesin penjual otomatis: Biasanya orang akan memilih warna yang sesuai dengan keadaan hatinya saat menjawab pertanyaan mengenai mesin penjual otomatis. Seorang psikopat yang tidak dapat merasakan emosi akan memilih warna bening.

- Pertanyaan kelima mengenai pembunuh: Seorang psikopat akan berpikir untuk bersembunyi di belakang pintu sehingga ia dapat mengambil pisau dari pembunuh tersebut dan menyerangnya.

- Pertanyaan keenam mengenai pisau: Biasanya saat seseorang membeli pisau untuk membunuh orang lain, orang tersebut akan membeli pisau yang mahal atau tidak mempedulikan harga sama sekali. Akan tetapi, beberapa psikopat akan memilih untuk membeli pisau yang lebih murah untuk membunuh orang tersebut lebih lama dan dengan penuh penderitaan.

Apakah tes ini menyenangkan? Silahkan berbagi melalui SNS untuk mengetahui hasil yang teman-teman Anda dapatkan.

Silakan klik disini untuk cari tau apakah kamu psikopat atau bukan ;)

Sekolah buat Anakicik

Anakicik ini sekarang sudah 2 tahun 5 bulan, gw sudah mulai gatel pengen nyekolahin anak ini. Sekolah bukan dalam arti belajar membaca dan berhitung ya, tapi lebih ke sosialisasi sama anak-anak seusianya. Anak ini kan ngomongnya masih bahasa suka-suka-dia-sendiri, jadi harapan gw sih dengan ke sekolah dan ketemu teman, dia jadi bisa ngomong dan lebih mandiri.

Untuk beberapa minggu ini gw mulai cari-cari info soal sekolah untuk anak 2 tahun di sini. Susah yaaa, secara di kampung hueheheh.. Ada sih PAUD atau Kelompok Bermain, tapi gw tanya-tanya ya mereka belajar juga ya pake buku. Pengennya sih cari yang berbasis montessori. Gw lagi tertarik banget sama montessori nih. Akan gw bahas di postingan lain aja yak! Balik lagi ke mencari-cari sekolah. Ada satu sekolahan yang gw incer karena sekolahannya bilingual dan sedikit berbasis montessori, dan yang paling penting sekolahan ini tidak membuat anak stress (kata kepala sekolahnya). Tapiiiii... Biaya uang masuknya sebesar Rp 5.000.000 (registrasi, seragam, dan keperluan anak selama setahun), bulanannya 500rb. Mayan mahal yaaa.. Udah gitu ini sebenernya buat 3 tahun, jadi klo ada anak 2 tahun masuk nanti harus ngulang lagi PG-nya. Hmmmm.. Mending ke deket rumah aja deh murah.

Nah, yang deket rumah ini KOBER alias Kelompok Bermain. Pas bulan Desember tahun kemarin iseng maen kesana sih namanya masih PG dan ga nerima anak 2 tahun. Minggu kemarin kesana karena iseng juga, ternyata berubah jadi KOBER dan bisa buat anak 2 tahun. Biayanya murah pula, uang masuknya Rp 1.100.000 (termasuk seragam dan buku), biaya per bulannya 80 rb saja. Murah kaaan? Tapi ya itu, walau kegiatan utamanya katanya sih hanya bermain, tapi tetep ada buku untuk mengenal huruf dan angka. Waktu sekolah untuk KOBER pun panjang, dari jam 7.30 - 10.00 WIB. Ga bakal bosen gitu anak 2 tahun ini? Udah gitu di sini di TK-Bnya diajarin baca dan berhitung karena permintaan SD-SD di sini yang mengharuskan calon-calon muridnya bisa baca dan berhitung. Aduuuh..gw koq ga sepaham ya sama sekolah yang kaya gini. Hueheheh..

Tadi pagi sebelum ke kantor, nemulah satu sekolahan baru dan satu-satunya yang berbasis montessori. Tempatnya di ruko tapi karena masih baru dan  ga banyak furniture jadi keliatan bagus dan luas sih, hohoho.. Biaya masuknya Rp 2.000.000 dan bulanannya 300rb. Dan untuk anak 2 tahun diwajibkan ada didampingi orang tuanya. Waktu belajarnya juga cuma 1,5 jam. Dan terpenting, berbasis montessori. Ah, jadi pengen masukin Jonjon kesini. Mana buat 20 pendaftar pertama diskon Rp 1.000.000 buat biaya masuknya. Lumayan kaaaan? *emak2modaldiskonan*

Ya tapi ya, gw nyari-nyari sekolahan gini belum tentu juga bapake setuju. Bapake belum mau anaknya disekolahin, katanya masih terlalu kecil. Tapi sayang, bukan sekolah koq ini mah, tapi bermain bersama temen-temen seusianya, bersosialisasi. Boleh yah, yah, yaaaaah? *pasangtampangmemelas*

Friday, May 15, 2015

#IAWLTSingapore

I get a chance to see Backstreet Boys again. This time, in Singapore. This is my second concert and VIP Upgrade. I was so excited to see  them again. I couldn’t fall to sleep the night before because I was too excited. LOL. I flew from Bandung, Indonesia at the day event. Rushing from airport to the hotel and then to the venue, because my flight was at noon and at the 4:20 pm I needed to be at the venue to see the Soundcheck M&G. Thank God I booked a hotel near the venue.

So, soundcheck M&G. We waited about an hour. The boys came out at around 5:30 PM. They sang a few songs and then we got a chance to ask them anyting they want. A few questions were interesting like:

Q: Which avenger would you be?
A: Kevin – Tony Stark, Brian – Captain America, Howie – Hulk, Nick – Thor, AJ – Black Widow XD

Q: Would we see your children become Backstreet Boys?
A: Brian – no, mendingan solo karir; Kevin – anaknya suka IT; AJ – no, ava will go crazy; Howie – lupa apa ya jawabannya; pas bagian Nick, mereka nyodorin mic ke “itu”-nya. xD 
    
After the Q&A session, then we get a chance to take a picture with them. This was my second time, and yet I was still nervous. They greeted us one by one, and they hug us. The first one is Howie D, I gave him a traditional snack that I brought from Indonesia. I hope they eat it. The second one is Kevin, this is the first time I saw him (I told him so), he was sooo nice! The third one is AJ, I ask him how’s the avengers, he said, great! And then, Nick! OMG my heart beats sooo fast! I was speechless! And then the bodyguard told me to stand between AJ & Nick. I told Nick to do the peace sign, and he told the boys to do the peace sign. And yes, they did it! After taken a pic, I go to Brian, and told him to go to Indonesia for the next concert. He said, “we will”. Aaaand, I said goodbye to Nick. Only to Nick. LOL. I couldn’t say anything except, “I was sooo nervous to see you, I’m happy to see you again.” Aaaand he hug me again and again. Aaaw.. My heart melt right away! This is the first time I had a chance to hug them, because when we did the soundcheck M&G in Jakarta, Indonesia, the bodyguard told us not to hug and kiss the boys. I wonder why it’s different here. :/

Setelah M&G (ok, cape ber-english :p), gw dan dua orang kenalan gw memutuskan untuk makan. Di M&G itu gw kenalan sama dua orang, yang satu india berwarganegara singapur, yg satu lagi chinese warganegara malay tapi kerja di singapur. Their names are Pratha and Karen. And they both 25 years old. OMG I’m so old! T.T

It’s almost 8 pm. Gw, Pratha, dan Karen langsung bergegas ke lantai 3. Mau ke toilet dulu tapi ya ampuuun ngantre banget. Akhirnya gw nungguin aja deh mereka ke toilet. Abis itu, masuk lah kami ke venue. Berpisah deeeh.. Karen di lantai 4. Gw dan pratha di lantai 9. What? Iya namanya juga teater, nontonnya bertingkat-tingkat. Itu gw dapet pinggiiiir banget. Huhuh.. tapi gpp lah mayan masih kebagian tiket dan bisa nonton. Jam 8. Belum mulai juga. Mendekati setengah sembilan mendadak lampu dimatiin. Seluruh teater langsung teriak. Aaand here come the Backstreet Boys with The  Call. AAAAAAAHHHH! Mereka pake setelan jas biru kemeja putih. Beda sama konser2 sebelumnya, biasanya pas sesi pertama mereka pake setelan jas putih kemeja hitam. Ya ga masalah sih ya, ini warnanya biru gitu loh! Ahahahahah.. Beres lagu itu langsung disambung sama lagu Don’t Want You Back. Setelah itu, yaaa, sama persis sih urutannya siapa yang ngobrol sama penonton sampe isi obrolannya sama di DVD yang gw tonton. Kayanya memang diset begitu sih di setiap konser. Klo gw jadi mereka males juga sih tapi klo tiap konser beda-beda yang ada lupa ntar. Huehehehe...

So here’s IAWLT Singapore setlist:
1.       The Call
2.       Don’t Want You Back
3.       Incomplete
4.       Permanent Stain
5.       All I Have To Give
----------------------------
6.       As Long As You Love Me
7.       Show ‘Em (What You’re Made Of)
8.       Show Me The Meaning of Being Lonely
9.       Breathe
10.   I’ll Never Break Your Heart
11.   We’ve Got It Goin’ On
------------------------------
 Acoustic set:
12.   Drowning (acapela) 
       --> I found out in Malaysia they sing Just To Be Close, aaah I never hear them sing it :(
13.   10,000 Promises (acoustic)
14.   Madeline (acoustic)
15.   Quit Playing Games With My Heart (acoustic)
------------------------------
16.   The One
17.   Love Somebody
18.   Shape of My Heart
19.   In A World Like This
20.   I Want It That Way
------------------------------
Encore:
21.   Everybody (Backstreet’s Back)
22.   Larger Than Life


That night, I feel like I was teenager again. Konser kali ini gw bener-bener konsen nikmatin konsernya: nyanyi di setiap lagu, ikut goyang setiap ada bagian dance yang gw hapal. Tapi tetep sih, gw gatel banget buat ngerekam dan foto-foto. Untuk video bakal di-upload ke You*Tube, dan foto-fotonya bisa dilihat di Insta*gram (hashtag #IAWLTSingapore atau #BSBhangover) dan Face*book gw. 

#IAWLTSingapore #IAWLTmemories

Aaah..still got the #BSBhangover. Last time it last for a month. I hope this time would be shorter. *sighs*


PS: 
To H: Mamacih udah ikut nganterin dan jagain anakicik di hotel dari sore sampe tengah malem. Mamacih juga atas ijin dan tunjangan jalan-jalannya *hug&kiss*
To anakicik: Mamacih yaa udah sholeh banget ga rewel selama Mamin sibuk jadi abegeh. *cumcumpeyuk*



You are the piece I can't replace. You left a mark I won't erase. Never mind what people say cause they don't understand how you left a permanent stain on my heart. You're never leaving it. [Permanent Stain - Backstreet Boys]

Saturday, May 02, 2015

Tahun 2014 Kemarin

Tulisan akhir tahun yang amat sangat terlambat. Tahun 2014 kemaren ini mau kasih gambaran aja, ga ada perbulan kaya tahun-tahun kemaren dikarenakan lupa apa aja yang terjadi tahun kemaren. Maklum, lazy blogger. *big grin*

Tahun 2014 kemarin ini lagi menikmati banget anak-anakan yang bisa makan apa aja di mana saja. Udah setahun sih ya, jadi udah bisa makan makanan orang dewasa. Jadinya tiap ke resto, anak-anakan dipesenin satu menu makanan yang endingnya gw juga yang ngabisin. Makin gendutlah gw. Belajar dari kesalahan *selamaberbulan2*, gw akhirnya pesen satu menu makanan untuk berdua anak-anakan. Minumnya juga satu aja. Kadang-kadang dua sih, soalnya anak ini demen banget sama jus-yang-ada-di-resto. Selain ngirit, sekalian diet juga lah ya :p

Tahun 2014 kemarin dibuka dengan berjalan-jalan ke kebun binatang bareng anakbayik yang sudah tumbuh menjadi anak-anakan. Berencana mau dijadiin kegiatan tahunan. Pokoknya tiap anak ini ulang tahun, mau jalan-jalan ke tempat yang ada binatangnya, huehehe..

Tahun 2014 kemarin gw kehilangan pengasuh anak-anakan sebanyak 2 kali. Sakit hatinyaaaaa kaya ditinggal pacar. Yabeess, sebagai ibu bekerja, gw sangat butuh pengasuh, minimal cuma jagain anak-anakan selama gw ngantor dan mandi. Yang pertama kali di awal tahun, tiba-tiba sang pengasuh keluar karena mau kerja di tempat yang sama dengan suami barunya. Hadeuuuh.. Untung segera dapet penggantinya, tapi yang ini mah datang-pulang alias ga nginep, jadi beneran cuma pas gw ngantor aja, gw pulang ya dia pulang. Terus pas pindah ke kontrakan, gw butuh yang nginep kan ya, biar bisa sekalian jaga rumah kalo gw ke Bandung. Eeh cuma dua bulan dong. Ya balik lagi deh sama yang datang-pulang itu. Ya gpp deh, dianya mau koq ngasuh sambil nyuci dan beberes rumah plus masak makanan anak-anakan. Alhamdulillah ya Allah.

Tahun 2014 kemarin juga gw mengalami perpindahan lagi, kali ini ke rumah kontrakan. Akhirnya gw tinggal di rumah sendiri! Lieur juga ya ngatur keuangan, beberapa bulan pertama rada kaget, pengeluaran bertambah banyaaaaak, tapi lama-lama sih ya bisa sih dikendalikan. Selama gw ga belanja di onlineshop aja sih, hahahahah.. Oia, selain rumah kontrakan, gw juga pindah jabatan ke bagian HRD dan pindah meja kerja sebanyak dua kali. Meja kerja yang pertama di ruangan yang kecil, ber-AC tapi tidak tertutup dan orang-orang seenaknya merokok disitu. Huuuh! Akhir taun pindah meja kerja lagi dan kali ini jadi lebih enak karena tanpa asap rokok dan bisa nonton Running Man di komputer dengan tenang. Hihihihihi..

Tahun 2014 kemarin liburan ke Singapore sama anak-anakan. Sayang sekali pas dibawa itu anak-anakan sakit, huhuhu.. Gpp ya nak, nanti kita jalan-jalan ke sana lagi kalo kamu sehat. Besok :p

Apalagi ya? Oh iya, menjelang akhir tahun 2014 kemarin lagi galau-segalaunya soal menyapih anak-anakan. Koq rasanya bakal kehilangan moment berdua sama anak-anakan, walo tiap dia nyusu gw maen ipad, hehe.. Emak-emak jaman sekarang banget deh gw ya. Kegalauan ini berakibat si ASI sempet cuma dikiiit banget keluarnya. Tuh kan bener, ASI tidak tergantung pada daun katuk tapi lebih ke perasaan si ibu.

Menjelang akhir tahun 2014 juga gw lagi sibuk nyiapin ulang tahunnya anak-anakan. Yup, akhirnya dirayain juga. Emaknya gatel pengen bikin prakarya. Sila dilihat dimari :D

Apalagi, apalagi? Gw lupa ah, nanti lagi aja klo inget gw edit dimari. Time to sleep. Need my beauty sleep because tomorrow I'm going tooo Singapore. Woohooo! Cerita menyusul yak, ahahaha..

Over and out.

Monday, February 02, 2015

Chug-o-party

Happy 2nd birthday, little monster!

Ulang tahunnya sih bulan Januari, tapi emaknya mulai sok ribet dan sok sibuk dari entah-bulan-kapan. Mulai dari ngumpulin foto-foto ulang tahun bertema Chugginton di Pinteret (oh-I-love pinterest!), sampe mendesain sendiri lay out ruangan dan pernak-perniknya (dasar desainer abal-abal, akhirnya minta bantuan bapak desainer kantor juga sih :D).

Iyes, temanya Chugginton. Anakicik ini memang suka banget sama Chuggington dari umur 10 bulan. Lebih tepatnya, emaknya yang ngeracunin. Kenapa? Karena Chungginton lebih lucu daripada Thomas. Dan emaknya ga suka Thomas. Ha-ha!

Tadinya sih yaa, mau ngundang sedikiiit aja orangnya. Namanya juga pesta anakicik, yang diundang juga anak-anakicik seumuran dia, maksudnya sih biar dia belajar sosialisasi *dan irit biaya*. Tapi setelah menimbang-nimbang bersama H dan nyokap, masa ini diundang itu ga diundang? Jadilah pesta ulang tahun yang ramai! Yasudahlah, anak kedua gw belum tentu kaya bgini, neneknya ikut nyumbang katering :P

Dimulailah bikin undangan. Tadinya pengen sore jam 3an gitu dengan pertimbangan klo sore biasanya anakicik ga terlalu rewel karena udah tidur siang, tapi mengingat kemacetan Bandung di sore hari, dan bokap-nyokap gw yang bilang ga-lazim-pesta-sore, ya sudahlah pagi menjelang siang saja. Berkat pinterest, nemu lah contoh undangan chuggington. Dibikin kaya tiket kereta api gitu. Klo dicetak lucu sih, berhubung pengiritan dan biar gampang, dikirimnya lewat messenger (LINE/WA/BBM) sajaaaa... *emakirit*

Gambarnya nyontek di Pinterest, diedit sama bapak desainer kantor. Baru nyadar kalo no telfonnya kurang :D

Seminggu sebelumnya, udah sibuk belanja coklat buat goodie bag. Jadi idenya adalah kertas coklat kantongan gitu diisi berbagai macam coklat. Beberapa hari sebelum hari H, nemulah tumblr Chuggington di kerpur, ya langsung diborong lah itu sama .... neneknya! Ahahahahha.. Yaudah, akhirnya bikin 2 goodie bag, tumblr buat tamu anak-anak, kantong kertas buat tamu dewasa yang datang tanpa anak kecil. :D *dan goodie bag-nya lupa difoto :(

Pas hari H, pagi-pagi sibuk nempel-nempel dekor (yang sebagian udah diprint di kantor, maap mamang obos, cuma sedikit koooq :D), dan bikin rel kereta api ini!

Dekor di pintu masuk. Passenger check-in itu maksudnya buat tempat naro sepatu. Tapi kayanya kurang gede ya.

Kue ulang tahun dan dekorasi. Itu yang kertas warna-warni dibikin oleh adek gw. Rajin yaaa!
Selain sibuk ngedekor, sibuk juga menata activity table dan dessert table. Tadinya, activity table-nya cuma diisi print-an mewarnai chuggington dan menempel stiker, tapi pas mau beli di kertas dan stiker di toko buku, ketemu buku mewarnai Chuggington! Hepi bener emaknya, mana lagi diskon pula. Langsung deh ngeborong buku dan crayonnya.

Dekorasi dan activity table buat para tamu cilik
Dessert table-nya sendiri yang beli cuma makanan-makanannya. Tempat kue dan dekorasinya sendiri memanfaatkan barang-barang nyokap dan maenan anakicik.

Dessert table! Suka sama cookies-nya!
Alhamdulillah acaranya lancar. Tamu-tamu kecil anteng lari-lari dan mewarnai. Emak-bapaknya sibuk ngobrol sana sini. Anakicik juga ga rewel karena jam 9 pagi gw suruh tidur dulu! Senang! Yang bikin makin seneng, sampe ada yang nanyain, ini pake EO ya? *ketawa ngakak*

Makasih ya buat yang udah dateng meramaikan ulang tahun anakicik. Thanks for chugging by!





Boros di Bali

Yeah, klo liburan mah udah pasti boros ya. Tapi ini dalam rangka mau nginep di salah satu hotel yang katanya mahal di Bali. Demi. :p

Day 1

Setelah mencoba Kuta dan Nusa Dua, kali ini pilihannya jatuh pada Sanur (plus Jimbaran). Gw sama H kalo liburan ke Bali emang nyarinya tempat untuk menyepi. Berangkat sore dari Bandung pake pesawat ijo aka c*tilink. Nyampe sana udah malem, langsung ke hotel. Makan malem seperti biasa di hotel.

Day 2

Pagi-pagi sarapan terus maen ke pantai yang ada di belakang hotel. Aaah..selalu suka sama hotel yang langsung ke pantai, ga usah bawa-bawa baju ganti. *maklum gw mah suka rariweuh :D*.


Puas mantai, berangkat buat ke Bali Safari & Marine Park, sekalian maksi. Biasa, jalan-jalan tahunannya anakicik, setelah tahun kemarin ke Kebun Binatang Bandung ;)


Ngapain aja disana? Lihat binatang tentunya. Berhubung ke sana udah siang menjelang sore, begitu nyampe langsung maksi jalan-jalan bentar terus liat animal show, terakhir baru keliling taman safarinya. Anakicik ga terlalu tertarik liat animal show-nya. Tapi begitu naek bus dan keliling-keliling liat binatang baru dia seneng. Kayanya sih seneng naek bus-nya ya :D Enaknya naek bus rame-rame gini, ada guide-nya yang ngejelasin tentang binatang. Sayangnya, penjelasannya pake Bahasa Inggris. Bukannya gw ga ngerti sih, cuma koq asa ga adil aja gitu. Bahasa Inggrisnya bisa beberapa kalimat eeh  giliran dia ngomong pake Bahasa Indonesia cuma 1 kalimat. Mending ga usah sih kata gw mah.


Abis keliling-keliling naek bus, sambil keluar lihat-lihat Marine Park-nya, liat ikan. Jangan bayangin kaya Seaworld ya. Ini mah tempatnya terbuka gitu, jadi klo siang-siang ngeliat ikan kaga keliatan soalnya lebih terang ruangannya daripada akuariumnya. Abis itu, pulang deeeh.. Udah mau tutup juga. Mau siap-siap buat night safari kayanya sih.

Day 3

Pagi-pagi abis sarapan dan beberes langsung check out dan cusss ke Ayana. Selain ga sabar, ga mau rugi juga klo datengnya sore kesana. Untungnya udah boleh check in. Btw, dua orang pegawainya (yang nganterin ke kamar sama resepsionisnya) kayanya orang Jepang deh, diliat dari nama dan mukanya. Ada pegawai orang Indonesia ga ya disini?

Nunggu di lobby dikasih kalung bunga sama minuman seger.


Nyampe kamar, nyimpen-nyimpe barang, H langsung bergegas liat kolam renang. Gw masih mau santai-santai dulu sama anak-anakan di kamar yang bagus ini sambil nungguin baby cot. Abis itu baru deh nyusul H ke kolam renang. Emang ya, ada harga ada rupa. Pemandangan kolam renangnya baguuusssss! Bodo amat itu jam 12 siang. Abisnya ga ada waktu lagi buat berenang, besok subuhnya udah harus check out karena penerbangannya pagi banget.

Atas: view dari kolam renang Ayana
Bawah: view sunset *yang mendung* di Rock Bar
Puas berenang, bersantai, dan makan siang, langsung balik ke kamar buat istirahat bentar. Sorenya cuss menuju Rock Bar. Ngantre gilaaaak! Untung nginep disini, jadi antreannya lebih dikit. Pas nyampe bawah, udah penuh ajaaa.. Gw kebagian agak ujung gitu mejanya. Pas liat menunya, wew, mahal bener yaaa.. Akhirnya cuma pesen kentang goreng sama minuman dua biji. Itu juga yang paling murah aja teh manis, ahahahaha.. Untung kentang goreng porsinya gede.

Day 4

Pulaaaaang, Penerbangannya jam stgh 8 pagi, jadi stgh 6 udah check out dari hotel. Nyampe bandara beli sarapan dulu deh. Bandaranya bagus deh sekarang. Tapi resto2nya masih banyak yang belum buka. Mungkin klo taun depan kesini lagi mau deh berlama-lama di bandara. :D

--------

Sekian liburannya. Nyampe Bamdung udah harus siap-siap buat ulang tahunnya anakicik.