Tuesday, November 29, 2016

Bayi Kuning

Waktu itu gw mau cerita ya soal bayi kuning.


Berbekal pengalaman anak pertama yang kuning karena beda jenis golongan darah, saat anak kedua golongan darahnya sama, tidak curiga kalau anak ini akan kuning juga. Karena, katanya, kalau golongan darahnya sama kemungkinan bayinya tidak akan kuning. Akan tetapi, saat malam kedua, anak bayi ini terlihat kuning sampai ke mukanya. Malam kedua itu pula, anak bayi rewel banget, nyusu ga mau, digendong ga mempan. Mana sendirian pula tidak ada yang menemani. Luka akibat SC pun masih terasa sakit.
Besok paginya, suster pun menyadari kalau bayinya kuning. Setelah cek lab, ternyata bilirubinnya sangat tinggi, sekitar 19. Mau tidak mau, anak bayi harus disinar saat itu juga. Karena kalau sampai 20 lebih, bisa menyerang otak dan lebih berbahaya lagi. Akhirnya, di hari kedua itu, anak bayi pun dirawat. Untungnya ruangan gw cukup dekat dengan ruang perinatologi tempat anak bayi disinar, jadi masih bisa bolak-balik untuk menyusui setiap 2 jam. Tapi akibat bolak-balik itulah jadi ada perdarahan di bekas luka SC. Sudah ganti perban tetap perdarahan. Ya mungkin karena bergerak terus-terusan ya. Ketika dicek dokter, ternyata ada jahitan yang lepas dan dijahit ulang saat itu juga. Malam itu, harus bedrest. Ga boleh kemana-mana selain ke kamar mandi. Yasudah lah, karena ASI masih sedikit kalau dipompa, malam itu anak bayi minumnya ditambah susu formula. Daripada minumnya kurang kan? Karena bilirubinnya masih tinggi juga.

Besoknya gw diperbolehkan pulang karena sudah tidak sakit dan tidak ada perdarahan. Karena bilirubin anak bayi masih belum turun juga, dia masih harus dirawat di RS. Beberapa hari setelahnya masih bolak-balik rumah sakit buat nyusuin. Tapi cuma untuk dua kali jadwal nyusuin, karena gw masih rawan perdarahan lagi. Untungnya ASI gw semakin banyak, sekali pompa bisa dapet 100 ml dari satu payudara. ASIP sih bisa diantarkan kapan saja, bisa sama mamang ojek onlen atau sama siapa pun di rumah yang bisa mengantarkan ASIP.
Penasaran deh ya, kenapa anak bayi ini kuning padahal golongan darahnya sama.  Beberapa tes lab dilakukan oleh dokter, katanya ada sedikit peradangan tapi masih belum tau penyebabnya apa. Hasil tes lab yang lain ternyata normal, tidak ada kelainan apapun. Jadi kenapa dong ya anak ini kuning? Dokter juga belum pasti, hanya memberikan kemungkinan kalau adanya antigen di ASI ibu yang tabrakan dengan antibodi bayi sehingga menghampat perpecahan darah. Tapi bukan berarti ASI itu tidak bagus ya. ASI tetap harus diberikan, nanti lama kelamaan juga bisa beradaptasi. Lagi pula, bayi baru lahir ini livernya masih belum bekerja secara sempurna. Kebetulan perpecahan darah anak bayi ini lebih banyak dibandingkan dengan bayi lainnya, jadi liver harus lebih ekstra lagi kerjanya. Itu lah kenapa bilirubin anak bayi turunnya sedikit-sedikit. Dokter bilang, biasanya dalam 14 hari kerja liver ini akan lebih bagus.
Setelah satu minggu dirawat, anak bayi akhirnya diperbolehkan pulang. Tiga hari kemudian, pas di tes lab, bilirubinnya naik lagi. Akhirnya dirawat lagi deh, kali ini untungnya hanya tiga hari. 
Jadi apakah benar ini bayi kuning karena ASI? Masa sih? Ini yang gw tangkap dari penjelasan sang dokter ya.
Jadi gini, ada dua jenis kuning pada bayi: kuning karena kurang asupan ASI (breastfeeding jaundice) dan kuning karena kurang cocok dengan ASI ibu (breastmilk jaundice).

Breastfeeding jaundice  terjadi karena kurangnya asupan ASI. Bisa karena ASI ibu belum banyak, karena masih baru melahirkan, atau karena posisi dan pelekatan bayi yang kurang benar. Biasanya tidak berlangsung lama sih. Saat ASI ibu sudah mulai banyak dan bayi sudah bisa menyusui dengan benar, bilirubin akan berkurang dengan cepat.

Lain halnya dengan breastmilk jaundice yang terjadi karena ketidakcocokan ASI ibu dengan bayi. Seperti yang gw bilang di atas, ada antigen di ASI ibu yang tidak cocok dengan antibodi bayi. Bayi bisa kuning karena BMJ (breastmilk jaundice) ini kalau sudah dilakukan beberapa pemeriksaan dan semua hasilnya normal. Semacam pilihan terakhir gitu lah ya, hehe. Anak bayi ini kemarin sampai dites kelainan darah tapi alhamdulillah hasilnya negarif. Kasus BMJ ini berbeda-beda pada setiap bayi. Ada yang dua minggu sudah normal, ada juga yang sampai 1 bulan masih kuning juga. Gw kemarin pas di RS itu bertemu seorang ibu yang sampai usia bayinya 1 bulan bilirubinnya masih tinggi. Dalam kasus bayi itu tersebut sampai dibandingkan hasil pemeriksaan bilirubin bayi saat 24 jam minum ASI dan 24 minum susu formula. Hasilnya gw ga tau sih, karena anak bayi keburu pulang dan ga ketemu lagi sama ibu itu.

Kan cukup dijemur matahari, ngapain pake dirawat segala? Jaman dulu mana ada perawatan kaya gini. Gw cukup banyak nih mendengar komentar kaya gini, termasuk dari orang terdekat. Gini ya pabapa buibu, memang sinar matahari membantu perpecahan darah, tapi kan sinar matahari yang bagus hanya di jam 7 - 9 pagi. Itu pun tidak boleh 2 jam dijemur terus menerus, kalo ga salah maksimal setengah jam, 15 menit telentang, 15 menit tengkurep. Terus selama 23,5 jam lainnya gimana dong? Apalagi yang bilirubinnya tinggi, keburu naik lagi sebelum dia sempat turun.

Jadi kalo bayi kuning dirawat di RS, berarti si bayi akan disinar terus-terusan. Setiap dua jam sekali dikasih minum. Kalau di rumah, kita tidak tau seberapa banyak susu yang masuk ke bayi, bisa memang cukup atau malah bisa sedikit. Kalau bayi di RS setidaknya terpantau minumnya. Kalau minumnya bagus, insya Allah lebih cepat turun bilirubinnya.

------------------------

Dan begitulah bagaimana neng Jes membuat Mamim Papim deg-degan di usianya yang bahkan belum satu bulan. Alhamdulillah, setelah itu neng Jes makin gendut, kulitnya ga kuning lagi. ASI gw sepertinya sudah cocok sama si neng. Hihihihihihi..

No comments:

Post a Comment

Say what you need to say..